yang akan mengubah diriku selamanya, aku mulai menulis suatu cerita yang nanti nya bakal aku
publish ke media, mungkin ini masih rencana buat kedepannya tetapi aku yakin bila diriku
berkonsistensi dalam mengerjakan karya karya yang aku kerjakan, dan bertekun dalam doa, pasti
karya karya ku akan semakin liar dalam bergerak, amin :D
Kali ini aku akan menyumbangkan puisi :
Harpaku
kuhitung hari hari
kumerenung setiap waktu
sadar akan teriknya matahari
bangun di indahnya rembulanmu
senin ke selasa, terasa hampa
rabu ke kamis, ada harapan
jumat ke sabtu, berbunyi harpa
minggu tiba, harpa pun mengalun
sedihnya k'tika minggu tiba
kadang harpa tak bersuara
hatipun jadi tak tenang.....
puisi ini bercerita tentang seseorang yang sering menghitung hari hari yang dilalui nya sampai
sampai merenungi alam yang indah, menganalogikan alam tersebut dengan seseorang yang dia idam
idamkan.
menghitung dari hari senin sampai sabtu, menghitung secerca cerca harapan ingin bertemu dengan
orang yang diidam idamkan, karena cuma hari minggu bisa bertemu dengan orang tersebut, tetapi
sedihnya ketika hari minggu tiba, dan dia tidak ada, entah mengapa harpa tersebut tidak mengalun
dengan indahnya.
ini adalah harpa yang aku analogikan dengan seseorang yang diidam idamkan oleh pribadi utama
dalam puisi tersebut, ketika harpa ini dimainkan begitu alun suara nya, karena itu pribadi utama
membayangkan dirinya bisa berkarya dengan harpa tersebut dan menghasilkan karya karya indah.
GBU guys :)

No comments:
Post a Comment